biarkan kesejukan memenangkanmu sejenak

biarkan kesejukan memenangkanmu sejenak
biarkan kesejukan menenangkanmu sejenak...

Rabu, 27 Juni 2012

Di Hatiku

Merasakan semua hal yang kulewati. Dalam kesendirian, aku semakin merasakan adanya kehadiranmu dalam stiap langkahku. Natural. Ya, tanpa paksaan seperti waktu kau minta jawaban. Aku lebih suka yang seperti ini. Biarkan aku bimbing rasaku secara perlahan. Jika memang ini takdir kita, Tuhan akan mempertemukan kita kembali dengan waktu dan rasa yang jauh lebih indah. Ijinkan aku merasakannya. Rasa yang mulai tumbuh, rasa yang aku pun tak tahu akan bertahan atau bahkan menghilang dalam sekejap. Satu hal yang aku tahu, keputusanmu yang "abu-abu" itu justru menyadarkanku, "itulah jawaban". Biarkan rasa ini tertahan dan bertahan di hatiku. Bukan karena ada seseorang, tapi karena aku belum bisa membagi waktuku. Aku yang tak ingin membuatmu menghabiskan waktu hanya untuk menunggu waktu kapan aku bisa punya waktu untukmu. Mungkin itu akan membuatmu merasa semakin tersiksa. Aku tak inginkan itu.

Melangkah dan berjalankah untuk duniamu. Demikian pula denganku. Nanti..Ya..saat ini aku hanya bisa bilang nanti. Saat di mana Tuhan akan memberikan semua keindahan yang selama ini Dia simpan dengan rapi di genggaman-Nya tanpa ada seorang pun yang tahu -termasuk aku dan kamu-. Perlahan aku pun mulai mengerti, kalimat Ayah yang menurutku tak pernah adil untukku itu. Aku paham dan aku rasakan itu dengan benar. Kalimat Ayah memang sulit untuk aku lakukan, tapi justru itu menjadi doanya yang mampu menjagaku hingga aku mampu bertahan sampai saat ini. Ayahku seorang pria, sama sepertimu. Entah ia nanti akan memilihmu untuk menjagaku. Atau ia punya arah pandang yang lain. Itu pun masih menjadi misteri. Yang kita sama-sama tahu, seorang Ayah pasti akan lakukan yang terbaik untuk putrinya.Masih ingat apa yang kuminta? Aku hanya menginginkan "kebahagiaan" Maka, mengertilah. Untuk aku, kamu, dan kebahagiaan kita.

Terima kasih, untuk semua waktumu. Untuk harimu yang selalu kau tutup dengan mendengarkan semua ceritaku. Untuk perdebatan "malam-pagi" kita. Untuk waktu yang sebentar itu.
 Dan untuk waktu yang kurindukan.  
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar