Rumit. kalo aku bilang sih ini sulit.. Almost all people said that “love is
wonderful” but, i feel this is difficult.
Kenapa teman-teman seusiaku bisa punya puluhan mantan dan berpuluh-puluh
kali pula pacaran. Emang apa asiknya sih pacaran itu? Bukannya pacaran itu cuma
‘status’?? kalo Cuma pengen dapat perhatian lebih, kenapa harus jadi pacar
dulu. Emang temen gag bisa ngasih perhatian lebih? Atau kamu gag dapetin itu
dari temen deket kamu? Terus kenapa pula kalo dua orang anak manusia saling
sayang tapi gag terikat pacaran? Entar takut dibilang “emang loe siapa sok-sok
perhatian sama gue?” saat kamu kasih perhatian tapi si do’i lagi gag mood sama
km?
Apa sih hebatnya sosok yang disebut ‘pacar’ oleh banyak orang itu? Itu bukannya sebuah sebutan yang gag ada embel-embel resmi di KTP
kan? Kaya sebuah konvensi alias aturan tak tertulis yang berlaku di
tengah-tengah kehidupan kita. Dan mungkin 90% lebih orang menjalaninya.
Heemmm........ kenapa pula harus ada ikatan. Dasar anak muda. Sebenarnya
siapa sich orang pertama yang memperkenalkan ada ‘pacaran’ di kalangan anak
muda? Pernah gag kamu kepikiran, siapa orang pertama yang mencetuskan ide
‘pacaran’?? mungkin setelah baca tulisan ini kamu baru inget dan bilang “oh iya
yah? Kok aku gag pernah kepikiran sampe situ”
Ya itulah yang selalu aku bingung. Masalahnya, sampai saat ini aku belum
pernah bisa damai sama yang namanya ‘pacaran’. Apaan tuh, bikin galau, pusing,
berantem, belum lagi senyum-senyum sendiri gag jelas, nangis semalam suntuk
gara-gara dihianati, and kawan-kawan sejenisnya.
“pacar bisa buat gue semangat belajar” jawab temenku waktu aku tanya kenapa
dia pacaran. Semangat apanya, nilaiku malah pernah jeblok gara-gara pacaran.
Belum lagi kena marah bokap. Buntung
dobel kan jadinya. Terus lagi, mesti manage ulang waktu, kapan belajar,
organisasi, kumpul sama teman-teman, keluarga, kapan pula sama pacar kamu.
Beruntung lah kalo pacar kamu bukan tipe pacar posesif yang suka ngatur-ngatur
jadwal kamu atau protes dengan seabrek kegiatan kamu. This is your life guys!
Cuma kamu yang berhak ngatur hidup kamu, dia pacar, saat ini dia memang orang
yang kamu sayang, tapi belum tentu juga di jadi suami kamu. Ya kan?
Terus lagi, mesti hati-hati juga sebagai cewe. Jangan lah nyerahi semuanya
ke cowo kamu. Kasih hati jangan juga seratus persen, save berapa persen
lah 10 atau 20 persen, buat jaga-jaga kalau suatu saat kamu disakiti. Kalo kamu
ngasih 100% hati kamu, uda gitu kamu dihianati, kamu terpuruk. Kamu bisa apa?
Mau minta hati kamu lagi yang uda kamu berikan semua ke cowo
kamu? Uda jadi bubur. Yang ada kamu harus mulai lagi dari nol. Sementara pacar kamu melenggang gitu aja dengan cewe lain. Uda gag mikirin
kamu lagi.
#those are my left heart says.
Ungkapan kekesalan tiada tara sebagai bentuk kekecewaan kepada cowo yang
pernah ada dalam sejarah perjalanan hidupku. Tapi itulah pengalaman, yang
aku harap bisa jadi pelajaran untukku yang bisa aku bagi
untuk semua orang. Gag ada yang buruk atau salah. Karena semua itu yang
mengajarkan aku hingga aku bisa bertahan sampai saat ini. Sampai aku bisa jadi
teman curhat buat temen-temenku. Yapz..gag ada yang sia-sia dan akupun tak
ingin menyesali yang uda terjadi. Buat apa? Toh keadaannya uda lewat. Sedih,
senang sampai nangis-nangis itu hal biasa terjadi dalam pacaran segala kalo aku
sering bilang “wis tau” hehehe...#
But, semua itu kembali lagi ke diri masing-masing, kalo kat Mas Sont_all
“back to self”. Tinggal bagaimana kamu menghadapi dan merasakan cinta itu,
orientasi kamu kemana, kamu mau buat cerita seperti apa, semua ada ditangan
kamu. Itu pilihan kamu, karena bahagia itu pilihan. Yang terpenting kan kamu
bahagia dengan pilihan kamu itu. Gag perlu muluk-muluk kok ‘bahagia itu
sederhana’ lagi. J mungkin akan jauh lebih bahagia kalau kamu bisa menerima
cowo iti dari sisi jeleknya, pasti akan jadi sebuah big surprise ketika
kamu tau sisi baik yang belum pernah kamu tahu sebelumnya. So, be happy with
your choice, dan berbahagia lah kamu yang uda merasa
menemukan orang yang
tepat di sisi kamu. Cuma pesen ajja, jaga apa pun yang kamu
punya, diri kamu, hati kamu.
-Lestarinho
Gaucho-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar